Langsung ke konten utama

Usai (Done is done)

 Maki saja

 Percuma

 Kau yang bekukan

 Lalu minta aku mencair?


 Cih

 Cap aku sebagai apapun

 Lalu cari dimana logikamu

 Kau bilang aku membunuhmu

 Pikir, berapa kali aku mati


Ya aku punya salah

 Semua manusia punya

 Dan karena itu kau merasa tak bersalah?

 Gila!


Kau anggap aku egois

 Lalu apa sebutan untukmu selama ini?

 Membunuhku, hidupkan lagi, bunuh lagi, hidupkan lagi

 Sampai aku mati rasa

 Padamu


Sejujurnya, sudah sangat lama aku menyerah

 Tapi kuusahakan tuk tetap berdiri

 Dan kau masih tak mengerti

 Salahku?


Done is done

 Usai ya usai

 Berkali-kali kesempatan kau siakan

 Maaf, aku bukan tuhan


Dan kau datang, memintaku, dengan memaki?

 Terserah, hakimi saja aku

 Kau yang membuatku begini

 Sekali lagi, hati sudah beku


Dulu usai masih bisa kembali

 Sekarang tidak lagi

 Lelah, sudah

 Biarkan aku bahagia lagi

 Usai biarkan usai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meningkatkan Kecepatan Modem

Alhamdulillah hari ini saya mulai ngeblog lagi. Sebelumnya sih udah pernah, tapi terbengkalai gitu aja, hehehe. Buat postingan pertama enaknya apa ya?Hmm saya bahas masalah modem aja deh, masalah klasik dan umum sih tapi gapapa lah ya. Kalian yang pake modem Dial-up (modem yang bentuknya kaya flashdisk itu lho) pasti sering banget ngalamin koneksi yang luar biasa lemot, apalagi dengan paket murah yang biasanya cuma gocap sebulan kaya yg saya pake, hehe. Jaringan atau bandwidth lemah kaya gitu pasti membuat kita sebel apalagi dalam keadaan genting misalnya kita mau upload tugas online dari dosen. Pasti pusing lah ya ngadepin keadaan kaya gitu. Oke, disini saya mau share sedikit pengalaman yang pernah saya alamin buat ngatasin LeKon (Lelet Koneksi). Untuk mengatasi jaringan yang lemot kita bisa pake software atau hardware. Untuk software biasanya adalah software yang menjaga supaya koneksi tetap aktif tidak idle (modem tidur). Salah satu software oke yang pernah saya pake adalah con...

Bisuku Menulikanmu

Bisuku menulikanmu. Pada bayang sembarang di bidang sembarang. Yang kudengar cahaya, kecapku suara. Kau membisukanku. Kukatakan aku cinta. Yang terdengar hahuhiha. Lalu kau menempelengku. Kumaki. Kau malah memeluk. Sebegitunyakah?. Banyak yang bertanya, kenapa tak kami pakai isyarat?. Mudah saja jawabnya, karna kami tak bisa. Aku nikmati interaksi mematikan ini. Kala yang tersampaikan lebih mirip seperti angin ribut. Padahal itu lagu rindu. Bisuku menulikanmu. Pada ruang yang hampa di angkasa gulita. Kedip matamulah udara. Berhembus dengan kecepatan cahaya merobek paru-paruku. Yang kuhirup kedipmu, dengarku aroma. Antah berantah kita. Jauh dari bumi tempat kita bersua. Jauh dari lautan tempat kita saling merindu. Tempat dimana yang bisa kukatakan hanya sepi dan yang kau dengar adalah sunyi. Tempat dimana yang kulihat hanya hamparan luas tak berwarna. Entah, gelap atau terang. Aku bilang aku rindu. Kau malah menyalak “Salahku apa?Kenapa kau ingin membunuhku?”. Aku hanya bisa tersenyum p...