Menatap kosong Kehampaan membawaku menjauh dari dunia tempatku merenung Menuju entah, mungkin kan hilang resah. Aku Sepeti tulang dan daging Sekantung darah Makna pernahkah ada Kuputar jam dinding Kepada waktu dimana aku harusnya mencintaimu Kepada waktu dimana seharusnya aku bersamamu Kepada waktu, yang kuinjak atas nama ego besarku Masih aku dihantui Oleh airmata yang tak kau tunjukkan Oleh tangisan yang kau tahan Maaf Tak sampai sejuta kali memang aku berucap maaf karna sepertinya sejuta kalipun sama Kilat dimatamu menunjukkan itu Bahkan tanpa ku harus menatap Di kilang waktu dimana airmataku disuling Aku berharap akan senyum bahagiamu Seperti saat kita saling menggenggam Saling rindu, bahkan saat dalam dekapan Aku tak berharap kembali Sama sekali tidak Ini tentang bagaimana aku dihantui rasa bersalah Tumbuh menjadi parasit yang meletupkan hati Kilas pada waktu Aku berbaring dipangkuanmu Melepas segala lelah, mungkin juga resah Meski kaupun aku ...
Aku menulis apapun yang ingin aku tulis. Aku tidak terikat dengan deadline apapun. Segala yang mengalir di otakku akan aku usahakan untuk aku bagi.