Langsung ke konten utama

Niyar

Kau terangi

Namun membutakan

Kau hangatkan

Aku terbakar


Kau mencipta cahaya

Hatimu berpendar menyilaukan

Kenapa menggelapkan

Kau tau seharusnya


Lilinku kupadam

Sinarku kuredam

Bukan untukku

Gelap masihlah teman


Tetaplah benderang, cahaya

Disana

Dimana seharusnya kau terang

Maafkan aku

Maafkan dia

Kami amatlah naif


Abadilah cahaya

Kaulah cinta

Yang menciptaku dan dia

Meski dari airmata


Dear, cahaya

Ingatkan dia agar tak lupa bersinar

Ingatkan dia tuk tetap berjuang

Karna aku tak bisa

Membelah keras kepalanya




11 Jan 2015 on facebook

My biggest sin. My worst regret.

Komentar