Langsung ke konten utama

Tuna Segala

Ramai sekali

Tetes air dari dedaun

gemericik

Seperti malam ini tak malam

 

Semua lelap

Semua senyap

Tapi alam tak tidur

Ada saja hewan malam yang berisik

Atau mungkin tidak

Hanya karena ada rongga yang sepi

Didalam sini

 

Sepi itu indah meski tidak

Seperti ketidakpastian segala

Bermakna ganda

Bertafsir juta

 

Aku bisa saja berteriak

Tuk yakinkan malam itu berisik

Tapi belum tentu teriakku berarti berisik

Mungkin justru sangat senyap

 

Entah mengapa kanan berarti kanan

Bahasa hanya ungkapan

Rindupun begitu

Rasanya hanya hati yang tau arti

Kata hanya sedikit gambaran

Atau mungkin bukan

Karena katanya gambar bermakna jutaan kata

Tapi apa sejuta gambar cukup tuk wakili rindu?

Entah

Padahal hanya satu kata

Kita hanya makhluk ambigu

Prinsip kadang hanya ego

Atau ego itulah prinsip

Sama

Atau mungkin juga beda

 

Kita multi indera

Atau justru Tuna segala




02 Maret 2015 di facebook

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meningkatkan Kecepatan Modem

Alhamdulillah hari ini saya mulai ngeblog lagi. Sebelumnya sih udah pernah, tapi terbengkalai gitu aja, hehehe. Buat postingan pertama enaknya apa ya?Hmm saya bahas masalah modem aja deh, masalah klasik dan umum sih tapi gapapa lah ya. Kalian yang pake modem Dial-up (modem yang bentuknya kaya flashdisk itu lho) pasti sering banget ngalamin koneksi yang luar biasa lemot, apalagi dengan paket murah yang biasanya cuma gocap sebulan kaya yg saya pake, hehe. Jaringan atau bandwidth lemah kaya gitu pasti membuat kita sebel apalagi dalam keadaan genting misalnya kita mau upload tugas online dari dosen. Pasti pusing lah ya ngadepin keadaan kaya gitu. Oke, disini saya mau share sedikit pengalaman yang pernah saya alamin buat ngatasin LeKon (Lelet Koneksi). Untuk mengatasi jaringan yang lemot kita bisa pake software atau hardware. Untuk software biasanya adalah software yang menjaga supaya koneksi tetap aktif tidak idle (modem tidur). Salah satu software oke yang pernah saya pake adalah con...

Bisuku Menulikanmu

Bisuku menulikanmu. Pada bayang sembarang di bidang sembarang. Yang kudengar cahaya, kecapku suara. Kau membisukanku. Kukatakan aku cinta. Yang terdengar hahuhiha. Lalu kau menempelengku. Kumaki. Kau malah memeluk. Sebegitunyakah?. Banyak yang bertanya, kenapa tak kami pakai isyarat?. Mudah saja jawabnya, karna kami tak bisa. Aku nikmati interaksi mematikan ini. Kala yang tersampaikan lebih mirip seperti angin ribut. Padahal itu lagu rindu. Bisuku menulikanmu. Pada ruang yang hampa di angkasa gulita. Kedip matamulah udara. Berhembus dengan kecepatan cahaya merobek paru-paruku. Yang kuhirup kedipmu, dengarku aroma. Antah berantah kita. Jauh dari bumi tempat kita bersua. Jauh dari lautan tempat kita saling merindu. Tempat dimana yang bisa kukatakan hanya sepi dan yang kau dengar adalah sunyi. Tempat dimana yang kulihat hanya hamparan luas tak berwarna. Entah, gelap atau terang. Aku bilang aku rindu. Kau malah menyalak “Salahku apa?Kenapa kau ingin membunuhku?”. Aku hanya bisa tersenyum p...