Kau terangi Namun membutakan Kau hangatkan Aku terbakar Kau mencipta cahaya Hatimu berpendar menyilaukan Kenapa menggelapkan Kau tau seharusnya Lilinku kupadam Sinarku kuredam Bukan untukku Gelap masihlah teman Tetaplah benderang, cahaya Disana Dimana seharusnya kau terang Maafkan aku Maafkan dia Kami amatlah naif Abadilah cahaya Kaulah cinta Yang menciptaku dan dia Meski dari airmata Dear, cahaya Ingatkan dia agar tak lupa bersinar Ingatkan dia tuk tetap berjuang Karna aku tak bisa Membelah keras kepalanya 11 Jan 2015 on facebook My biggest sin. My worst regret.
Aku menulis apapun yang ingin aku tulis. Aku tidak terikat dengan deadline apapun. Segala yang mengalir di otakku akan aku usahakan untuk aku bagi.