Gerimis di sore itu. Suatu sore yang takkan terlupa. Bukanlah sebuah haru. Karna hujan kala itu lah mula. Mula kita kan bersama. Menenun hari kita sampai tua. Menapaki sgala masa. Menjalani stiap detik bersama. Kita. Terpaut oleh takdir. Lalui suka dan getir. Saling memeluk hingga waktu berakhir. Jumat sore kala itu. Dibawah hujan ku pegang tanganmu. Memberi sluruh hatiku. Tanpa ada sedikitpun ragu Jumat sore kala itu. Kau tau ku tak akan melepasmu. Hingga saat akhir waktu. Kuberikan pintaian waktuku tukmu.
Ada di suatu pagi yang menggigil Kita disapu oleh embun yang menyamudera Hilang arah oleh suatu candu yang merusak alam pikir Pagi dimana kita tak memikirkan apapun Tak peduli sahutan ayam Maupun derap ibu-ibu yang kan belanja Hanya aku dan kamu, kulit kita saling berbicara Kupetik ranum bibirmu Merasa segala incinya Berpegangan Meraba setiap incinya Kita bergetar seperti suatu frekuensi Terombang ambing di jalan yang kita nikmati Rusak nalar, tak perlu dikejar Cukup saling berbisik hingga fajar 13/01/2022