Langsung ke konten utama

Postingan

Usai (Done is done)

 Maki saja  Percuma  Kau yang bekukan  Lalu minta aku mencair?  Cih  Cap aku sebagai apapun  Lalu cari dimana logikamu  Kau bilang aku membunuhmu  Pikir, berapa kali aku mati Ya aku punya salah  Semua manusia punya  Dan karena itu kau merasa tak bersalah?  Gila! Kau anggap aku egois  Lalu apa sebutan untukmu selama ini?  Membunuhku, hidupkan lagi, bunuh lagi, hidupkan lagi  Sampai aku mati rasa  Padamu Sejujurnya, sudah sangat lama aku menyerah  Tapi kuusahakan tuk tetap berdiri  Dan kau masih tak mengerti  Salahku? Done is done  Usai ya usai  Berkali-kali kesempatan kau siakan  Maaf, aku bukan tuhan Dan kau datang, memintaku, dengan memaki?  Terserah, hakimi saja aku  Kau yang membuatku begini  Sekali lagi, hati sudah beku Dulu usai masih bisa kembali  Sekarang tidak lagi  Lelah, sudah  Biarkan aku bahagia lagi  Usai biarkan usai

Ulangi

Aku sudah Risau melanda lagi Kau seperti luka Yang bekasnya sudah kututupi Resah gundah Polahmu tetiba berganti Tersisih ku seolah sampah Aku jadi teringat kala patah hati Ulangi Peristiwa pahit datang lagi Menghantui seperti tak mau pergi Harusnya yang lalu biarkan mati Jangan berani bangunkan lagi Kau memang bukan silam yang bertebar suram Tapi kau mengorek puing berserakan Kau dulu di masa sekarang

Niyar

Kau terangi Namun membutakan Kau hangatkan Aku terbakar Kau mencipta cahaya Hatimu berpendar menyilaukan Kenapa menggelapkan Kau tau seharusnya Lilinku kupadam Sinarku kuredam Bukan untukku Gelap masihlah teman Tetaplah benderang, cahaya Disana Dimana seharusnya kau terang Maafkan aku Maafkan dia Kami amatlah naif Abadilah cahaya Kaulah cinta Yang menciptaku dan dia Meski dari airmata Dear, cahaya Ingatkan dia agar tak lupa bersinar Ingatkan dia tuk tetap berjuang Karna aku tak bisa Membelah keras kepalanya 11 Jan 2015 on facebook My biggest sin. My worst regret.

Tuna Segala

Ramai sekali Tetes air dari dedaun gemericik Seperti malam ini tak malam   Semua lelap Semua senyap Tapi alam tak tidur Ada saja hewan malam yang berisik Atau mungkin tidak Hanya karena ada rongga yang sepi Didalam sini   Sepi itu indah meski tidak Seperti ketidakpastian segala Bermakna ganda Bertafsir juta   Aku bisa saja berteriak Tuk yakinkan malam itu berisik Tapi belum tentu teriakku berarti berisik Mungkin justru sangat senyap   Entah mengapa kanan berarti kanan Bahasa hanya ungkapan Rindupun begitu Rasanya hanya hati yang tau arti Kata hanya sedikit gambaran Atau mungkin bukan Karena katanya gambar bermakna jutaan kata Tapi apa sejuta gambar cukup tuk wakili rindu? Entah Padahal hanya satu kata Kita hanya makhluk ambigu Prinsip kadang hanya ego Atau ego itulah prinsip Sama Atau mungkin juga beda   Kita multi indera Atau justru Tuna segala 02 Maret 2015 di facebook

Bisuku Menulikanmu

Bisuku menulikanmu. Pada bayang sembarang di bidang sembarang. Yang kudengar cahaya, kecapku suara. Kau membisukanku. Kukatakan aku cinta. Yang terdengar hahuhiha. Lalu kau menempelengku. Kumaki. Kau malah memeluk. Sebegitunyakah?. Banyak yang bertanya, kenapa tak kami pakai isyarat?. Mudah saja jawabnya, karna kami tak bisa. Aku nikmati interaksi mematikan ini. Kala yang tersampaikan lebih mirip seperti angin ribut. Padahal itu lagu rindu. Bisuku menulikanmu. Pada ruang yang hampa di angkasa gulita. Kedip matamulah udara. Berhembus dengan kecepatan cahaya merobek paru-paruku. Yang kuhirup kedipmu, dengarku aroma. Antah berantah kita. Jauh dari bumi tempat kita bersua. Jauh dari lautan tempat kita saling merindu. Tempat dimana yang bisa kukatakan hanya sepi dan yang kau dengar adalah sunyi. Tempat dimana yang kulihat hanya hamparan luas tak berwarna. Entah, gelap atau terang. Aku bilang aku rindu. Kau malah menyalak “Salahku apa?Kenapa kau ingin membunuhku?”. Aku hanya bisa tersenyum p...

SENJAKALARASA

Menatap kosong Kehampaan membawaku menjauh dari dunia tempatku merenung Menuju entah, mungkin kan hilang resah. Aku Sepeti tulang dan daging Sekantung darah Makna pernahkah ada Kuputar jam dinding Kepada waktu dimana aku harusnya mencintaimu Kepada waktu dimana seharusnya aku bersamamu Kepada waktu, yang kuinjak atas nama ego besarku Masih aku dihantui Oleh airmata yang tak kau tunjukkan Oleh tangisan yang kau tahan Maaf Tak sampai sejuta kali memang aku berucap maaf karna sepertinya sejuta kalipun sama Kilat dimatamu menunjukkan itu Bahkan tanpa ku harus menatap Di kilang waktu dimana airmataku disuling Aku berharap akan senyum bahagiamu Seperti saat kita saling menggenggam Saling rindu, bahkan saat dalam dekapan Aku tak berharap kembali Sama sekali tidak Ini tentang bagaimana aku dihantui rasa bersalah Tumbuh menjadi parasit yang meletupkan hati Kilas pada waktu Aku berbaring dipangkuanmu Melepas segala lelah, mungkin juga resah Meski kaupun aku ...

Komputer tidak mau booting

Met Siang semuanya, apa kabar? Moga baik-naik aja ya, amin.. :) Bahh, udah lama banget nih blog dianggurin, maklum ya sayanya lg sok sibuk :D hehe, ngga ding, kemarin-kemarin saya ga bisa internetan soalnya komputer lg di opname. Iya, komputer saya habis kena penyakit demam berdarah, yah pokoknya mah lumayan parah. Tiap dinyalain cuma nampilin post bios doang habis itu mati lg. Tapi tuh komputer ga saya bawake tukang service, soalnya disini biaya service lumayan gila. Jadi gini, buat memperbaiki komputer tuh langkah pertamanya adalah memperkirakan kerusakan. Khusus untuk masalah komputer ga mau booting tuh banyak prediksinya. Waktu kejadian itu, yang pertama saya coba adalah ngelepas salah satu ram (kalo ramnya pake dual chanel). Setelah salah satunya dilepas, coba nyalain komputernya. Kalo ternyata masih ga bisa, coba tuker ram yang dicopot dengan yang masih nempel di mobo sobat, lalu nyalain lagi. Untuk kasus saya yang kemarin tuh ga ngaruh, berarti ramnya masih OK. Setelah itu...