Ada di suatu pagi yang menggigil Kita disapu oleh embun yang menyamudera Hilang arah oleh suatu candu yang merusak alam pikir Pagi dimana kita tak memikirkan apapun Tak peduli sahutan ayam Maupun derap ibu-ibu yang kan belanja Hanya aku dan kamu, kulit kita saling berbicara Kupetik ranum bibirmu Merasa segala incinya Berpegangan Meraba setiap incinya Kita bergetar seperti suatu frekuensi Terombang ambing di jalan yang kita nikmati Rusak nalar, tak perlu dikejar Cukup saling berbisik hingga fajar 13/01/2022
Aku menulis apapun yang ingin aku tulis. Aku tidak terikat dengan deadline apapun. Segala yang mengalir di otakku akan aku usahakan untuk aku bagi.